Sayembara Arsitektur USU

Sayembara Proyek Model Desain Arsitektur 99 Masjid Al-Musannif

PENGANTAR. Masjid merupakan rumah ibadah bagi umat Islam. Istilah masjid berasal dari kata sajada-yasjudu-sujudan, yang secara etimologis berarti bersujud, taat, patuh, atau tunduk dengan penuh hormat. Kata masjid sendiri muncul sebanyak 28 kali di dalam kitab suci umat Islam, yaitu Al-Qur’an. Dalam pengertian sehari-hari, masjid adalah tempat salat bagi kaum Muslim. Bangunan ini memiliki peran penting dalam Islam. Disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa “Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kamu menyembah sesuatu di dalamnya selain Allah” (Q.S. Al-Jinn {72} : 18).

Masjid pertama kali dibangun ketika periode hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Beliau mengajak pengikutnya untuk membangun masjid di Madinah (dahulu disebut Yatsrib), yang kemudian menjadi rintisan bagi peradaban umat Islam. Ketika itu, bukan hanya sebagai “tempat sujud”, tetapi masjid juga dijadikan sebagai pusat kegiatan pendidikan, seperti wadah untuk membina dan membentuk karakter umat Islam. Selain itu, masyarakat Muslim juga menjadikan masjid sebagai wadah bagi pusat kegiatan ekonomi, politik, dan sosial budaya. Dalam catatan Quraish Shihab, tercantum bahwa dalam salah satu masjid tertua di Madinah, Masjid Nabawi, terdapat beberapa peran strategis, diantaranya sebagai tempat ibadah, tempat komunikasi, dan konsultasi, tempat santunan sosial, tempat pendidikan, tempat pengobatan para korban perang, tempat latihan militer, tempat menawan tahanan, tempat penerimaan tamu, tempat perdamaian dan pengadilan sengketa, serta tempat pembelaan agama. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam sejarah penyebaran Islam, masjid merupakan basis utama dalam berbagai aktivitas. 

Berkenaan dengan peran penting masjid seperti yang telah diuraikan di atas, maka diperlukan suatu wadah yang dapat meningkatkan semangat bermasjid kaum Muslim, terutama di era Modern seperti sekarang ini. Terlebih mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam, menjadikan sangat diperlukannya partisipasi aktif dan ide-ide kreatif dari masyarakat guna pengembangan dan pemanfaatan masjid yang lebih baik. Salah satu yayasan yang mewadahi semangat bermasjid ini ialah Yayasan Haji Anif. 

Yayasan yang diprakarsai oleh Haji Anif tersebut memiliki visi misi yang salah satunya berfokus pada masjid. Setelah hampir 20 tahun berdiri dan mendapatkan penghargaan masjid terbaik se-Sumatera Utara pada tahun 2008 (Kahfi, 2017), Masjid Al-Musannif, yang merupakan masjid Yayasan Haji Anif, kembali ingin menyediakan sarana dan prasarana rumah ibadah bagi umat Muslim di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, dalam rangka ulang tahun Haji Anif yang ke-82, Yayasan Haji Anif turut mengadakan Sayembara Proyek Model Desain Arsitektur 99 Masjid Al-Musannif. Adapun faktor yang melatarbelakangi jumlah dari 99 unit masjid tersebut ialah dikarenakan terdapat 99 nama Allah yang baik dan indah, atau yang dikenal dengan istilah Asmaul Husna. Ke-99 unit masjid tersebut nantinya akan dibangun di seluruh Indonesia dengan satu desain tipikal. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh desain masjid yang ikonik, yang memiliki identitas atau karakter Masjid Al-Musannif yang kuat. Selain itu, dengan berlangsungnya sayembara ini juga diharapkan dapat mewujudkan Masjid Al-Musannif yang tidak hanya sebagai tempat Ibadah, namun juga sebagai wadah bagi partisipasi aktif dari umat beragama Islam dan dapat mengumpulkan ide-ide kreatif dari masyarakat atau peserta sayembara.

Copyright © 2021 Sayembara Arsitektur USU