Sayembara Arsitektur USU

Sayembara Proyek Desain Pengembangan Arsitektur Bangunan Masjid Al-Musannif

PENGANTAR. Masjid merupakan rumah ibadah bagi umat Islam. Istilah masjid berasal dari kata sajada-yasjudu-sujudan, yang secara etimologis berarti bersujud, taat, patuh, atau tunduk dengan penuh hormat. Kata masjid sendiri muncul sebanyak 28 kali di dalam kitab suci umat Islam, yaitu Al-Qur’an. Dalam pengertian sehari-hari, masjid adalah tempat salat bagi kaum Muslim. Bangunan ini memiliki peran penting dalam Islam. Disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa “Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kamu menyembah sesuatu di dalamnya selain Allah” (Q.S. Al-Jinn {72} : 18).

Masjid pertama kali dibangun ketika periode hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Beliau mengajak pengikutnya untuk membangun masjid di Madinah (dahulu disebut Yatsrib), yang kemudian menjadi rintisan bagi peradaban umat Islam. Ketika itu, bukan hanya sebagai “tempat sujud”, tetapi masjid juga dijadikan sebagai pusat kegiatan pendidikan, seperti wadah untuk membina dan membentuk karakter umat Islam. Selain itu, masyarakat Muslim juga menjadikan masjid sebagai wadah bagi pusat kegiatan ekonomi, politik, dan sosial budaya. Dalam catatan Quraish Shihab, tercantum bahwa dalam salah satu masjid tertua di Madinah, Masjid Nabawi, terdapat beberapa peran strategis, diantaranya sebagai tempat ibadah, tempat komunikasi, dan konsultasi, tempat santunan sosial, tempat pendidikan, tempat pengobatan para korban perang, tempat latihan militer, tempat menawan tahanan, tempat penerimaan tamu, tempat perdamaian dan pengadilan sengketa, serta tempat pembelaan agama. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam sejarah penyebaran Islam, masjid merupakan basis utama dalam berbagai aktivitas. 

Salah satu Yayasan yang mewadahi semangat bermasjid ialah Yayasan Haji Anif. Yayasan yang diprakarsai oleh Haji Anif tersebut memiliki visi dan misi yang salah satunya berfokus pada masjid. Ini dapat dilihat dengan salah satu pembangunan Masjid dibawah Yayasan Haji Anif, yakni Masjid Al-Musannif Medan. Setelah hampir 20 tahun berdiri dan mendapatkan penghargaan Masjid terbaik se-Sumatera Utara pada tahun 2008 (Kahfi, 2017) Masjid Al-Musannif kembali ingin menyediakan sarana dan prasarana Rumah Ibadah yang lebih baik.

Dimana setelah beberapa tahun terakhir diperhatikan, kapasitas dan kebutuhan ruang untuk Masjid Al-Musannif sudah tidak memadai dikarenakan pengguna masjid yang makin membeludak. Hal ini dapat terlihat ketika waktu shalat, para jamaah bahkan menggunakan selasar maupun area pekarangan masjid sebagai tempat untuk shalat. Tidak hanya terbatasnya ruang shalat, area wudhu dan toilet, beberapa ruang lainpun memerlukan peremajaan dan penambahan kebutuhan ruang agar jamaah yang datang dapat melakukan berbagai aktivitas dilingkungan Masjid Al-Musannif. Oleh karena itu, Yayasan Haji Anif dalam rangka ulang tahun Haji Anif yang ke-82 turut mengadakan Sayembara Proyek Desain Pengembangan Arsitektur Bangunan Masjid Al-Musannif. Dimana diharapkan dengan berlangsungnya sayembara ini dapat mewujudkan Masjid Al-Musannif yang tidak hanya sebagai tempat Ibadah namun guna menjadi wadah bagi partisipasi aktif dari umat beragama islam dan dapat mengumpulkan ide-ide kreatif dari masyarakat atau peserta sayembara.

Copyright © 2021 Sayembara Arsitektur USU